Buku Cara Cepat Hamil

Buku Cara Cepat Hamil
Pesan Buku Panduan Cepat Hamil tinggal klik saja gambarnya

Sunday, January 3, 2010

Rin Sakuragi Masih Hangat

Hotel di Medan - Rin Sakuragi pemeran film Suster Keramas masih sangat hangat.Berbeda dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda yang secara tegas melarang pemutaran film ‘Suster Keramas’, pihak MUI Kota Madinatul Iman justru lamban dalam menyikapinya. Dalam waktu dekat, MUI Balikpapan baru akan membahas dan menentukan sikap terhadap film horor Indonesia dengan salah satu aktrisnya merupakan bintang film Porno asal Jepang, Rin Sakuragi.

Medan “Kita belum membahas, karena kita memang belum memahami isi film dan permasalahannya. Tapi nanti akan segera kita rapatkan, kalau memang masalah ini penting dan berdampak pada masyarakat Balikpapan,” ujar Sekretaris MUI Balikpapan, Drs HM Jailani.

Perlu diketahui, MUI Samarinda punya alasan yang jelas menolak pemutaran film Suster Keramas yakni judul film Suster Keramas mengandung pengertian bahwa "keramas" berkonotasi mandi sehabis bersetubuh, Rin Sakuragi adalah bintang film porno asal Jepang, film ini menampilkan adegan syur dengan akting wanita membuka pakaian di hadapan dua orang laki-laki.

Selain itu, MUI menilai film Suster Keramas tidak mengandung unsur edukatif sehingga bisa mengundang protes banyak orang, serta banyak menuai kontroversi dalam masyarakat. Penolakan film horor terbaru Indonesia itu disampaikan langsung Ketua MUI Samarinda, KH Zaini Naim.

Pada Kamis (31/12) lalu, Manajemen Cinema 21 SCP memutar film itu untuk kalangan terbatas dengan mengundang elemen dari MUI, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kominfo Samarinda serta ormas islam yang diwakili Front Pembelas Islam (FPI).

Undangan ini dimaksudkan agar mereka bisa memberikan penilaian lebih dulu sebelum memutuskan apakah film tersebut layak diputar atau tidak. "Sama seperti yang saya katakan sebelumnya. Saya tetap menolak pemutaran film Suster Keramas ini. Film ini lebih menonjolkan tayangan berbau erotis dan mistis. Tidak ada unsur edukatif dalam film ini," tegas Zaini.

Lantas apakah MUI Balikpapan mendukung rekomendasi MUI Samarinda terhadap penolakan pemutaran film Suster Keramas yang belum tayang di Kota Beriman. Jailani menjawab dirinya belum bisa memutuskan, sebab MUI Balikpapan perlu melakukan kajian terlebih dahulu. “Tapi biasanya memang kalau MUI daerah memutuskan, apalagi MUI Provinsi Kaltim sudah merekomendasi, kita (MUI Balikpapan, Red) juga mengikutinya.

Tapi MUI Balikpapan juga harus punya persepsi yang sama,” terang Jailani dihubungi melalui telepon selulernya. Kemarin diberitakan, Manager Studio Cinemax XXI Balikpapan, Sarono mengatakan, pihaknya tidak bisa memutuskan apakah film Suster Keramas akan tetap diputar atau tidak. Dia masih menunggu instruksi dari manajemen Cinema XXI Pusat. “Semuanya tergantung dari pusat. Saya di sini sekadar memutar film.

Saya juga menunggu pernyataan pihak terkait yang kalau memang melarang pemutaran film ini,” ujar Surono kepada Post Metro, Jumat (1/1). Dijelaskannya, film yang diproduseri pihak Maxima Pictures ini juga menjadi perdebatan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Samarinda.

Oleh sebab itu, Cinemax XXI Balikpapan juga belum bisa memutar film “Suster Keramas”. Padahal animo masyarakat Balikpapan yang hendak menonton film juga begitu banyak, ini terlihat dari banyaknya pengunjung XXI yang menanyakan ke pegawai melalui counter penjualan tiket. “Banyak daerah yang belum bisa memutar, termasuk Samarinda karena dianggap kontroversial dan mengalami penolakan dari berbagai pihak.

Makanya kita juga belum bisa memutar,” imbuh Surono. Ia menerangkan bahawa materi film yang dinilai begitu vulgar tidak ada hubungannya dengan Cinemax XXI. Sebab, permasalahan tersebut murni menjadi tanggung jawab produksi film, bukan Cinamax XXI sebagai bioskop pemutar film.

No comments:

Post a Comment